SISTEM EVALUASI
SISTEM EVALUASI
A. Pengertian Evaluasi Pembelajaran
1. Evaluasi
Ada beberapa istilah yang sering disalahartikan dan disalah
gunakan dalam praktik evaluasi, yaitu tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi.
Secara konsepsional istilah-istilah tersebut berbeda satu sama lain, tetapi
mempunyai hubungan yang sangat erat. Menurut S. Hamid hasan (1988) menjelaskan
“ tes adalah alat pengumpulan data yang dirancang secara khusus. kehususan tes
dapat terlihat dari konstruksi butir (soal) yang dipergunakan.” Rumusan ini
lebih terfokus pada tes sebagai alat pengumpul data. memang mengumpulkan data
bukan hanya ada dalam prosedur penelitian, tetapi juga ada dalam prosedur
evaluasi. Untuk mengumpulkan data evaluasi tentu orang memerlukan alat, antara
lain tes. tes dapat berupa pertanyaan.
Pengukuran adalah suatu proses atau kegiatan
untuk menentukan kuantitas sesuatu. Kata “Sesuatu“ bisa berarti peserta
didik, guru, gedung sekolah, meja belajar, White board dan sebagainya. Dalam
proses pengukuran, tentu guru harus menggunakan alat ukur (tes atau non-tes).
Alat ukur tesebut harus standar yaitu memiliki derajat validitas dan
reliabilitas yang tinggi. Penilaian adalah suatu proses atau kegiatan yang
sistematis dan berkesinambungan untuk mengumpulkan informasi tentang proses dan
hasil belajar peserta didik dalam rangka membuat keputusan-keputusan
berdasarkan kriteria dan pertimbangan tertentu.
Penilaian harus dipandang sebagai salah satu faktor
penting yang menentukan keberhasilan proses dan hasil belajar, bukan hanya
sebagai cara yang digunakan untuk menilai hasil belajar. kegiatan penilaian
harus dapat memberikan informasi kepada guru untuk meningkatkan kemampuan
mengajarnya dan membantu peserta didik mencapai perkembangan belajarnya secara
optimal. Implikasinya adalah kegiatan penilaian harus digunakan sebagai cara
atau teknik untuk mendidik sesuai dengan prinsip pedagogis. Guru harus menyadari
bahwa kemajuan belajar peserta didik merupakan salah satu indicator
keberhasilannya dalam pembelajaran. ( Arifin. 2012: 3-4).
Menurut Arifin (2012:5) evaluasi adalah suatu proses
yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas (nilai dan arti)
dari sesuatu, berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu dalam rangka
pembuatan keputusan.
Sedangkan menurut Mehrens & lehman, (1978:5) Evaluasi
adalah suatu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang
sangat diperlukan untuk membuat alternative-alternatif keputusan. sesuai dengan
pengertian tersebut maka setiap kegiatan evaluasi merupakan suatu proses yang
sengaja direncanakan untuk memperoleh informasi atau data berdasarkan data
tersebut kemudian dicoba membuat suatu keputusan. suatu barang tentu informasi
atau data yang dikumpulkan itu haruslah data yang sesuai dan mendukung tujuan
evaluasi yang direncanakan. (Purwanto.2012:3).
Ada tiga aspek yang perlu diperhatikan untuk lebih memahami
apa yang dimaksud evaluasi pengajaran, yaitu
a) kegiatan evaluasi
merupakan proses yang sistematis.ini berarti bahwa evaluasi merupakan kegiatan
yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan.evaluasi bukan hanya
merupakan kegiatan akhir atau penutupan dari suatu program tertentu, melainkan
merupakan kegiatan yang dilakukan pada permulaan, selama program berlangsung,
dan pada akhir program setelah program itu dianggap selesai.yang dimaksud
dengan program disini adalah program satuan pelajaran yang akan dilaksanakan
dalam satu pertemuan atau lebih, program caturwulan ataupun program semester,
dan juga program pendidikan untuk satu tahun ajaran (seperti D1), empat tahun
ajaran ( seperti S1) atau enam tahun ajaran (SD dan sebagainya).
b) Didalam kegiatan
evaluasi diperlukan berbagai informasi atau data yang menyangkut objek yang
sedang di evaluasi. Dalam kegiatan pengajaran data yang dimaksud mungkin berupa
prilaku atau penampilan siswa selama mengikuti pelajaran, hasil ulangan atau
tugas-tugas pekerjaan rumah, nilai ujian akhir caturwulan, nilai mid semester,
nilai ujian akhir semester, dan sebagainya. berdasarkan data itulah selanjutnya
diambil suatu keputusan sesuai dengan maksud dan tujuan evaluasi yang sedang
dilakukan. Perlu dikemukakan disini bahwa ketepatan keputusan hasil evaluasi
sangat bergantung pada kesahihan dan objektivitas data yang digunakan dalam
pengambilan keputusan.
c) Setiap kegiatan
Evaluasi -Khususnya evaluasi pengajaran- tidak dapat dilepaskan dari
tujuan-tujuan pengajaran yang hendak dicapai. tanpa ,menetukan dan merumuskan
tujuan-tujuan terlebih dahulu, tidak mungkin menilai sejauh mana pencapaian
hasil belajar siswa. karena setiap kegiatan penilaian memerlukan suatu kriteria
tertentu sebagai acuan dalam menetukan batas ketercapaian objek yang dinilai.
adapun tujuan pengajaran merupakan kriteria pokok dalam penilaian.
(Purwanto. 2012:3-4).
Dalam suatu sistem pembelajaran ( maksudnya pembelajaran
sebagai suatu sistem ), evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan
tahap yang harus ditempuh oleh guru untuk mengetahui keefektifan pembelajaran.
Hasi yang diperoleh dari evaluasi dapat dijadikan balikan (Feed back) bagi
guru dalam memperbaiki dan menyempurnakan program dan kegiatan pembelajaran.
Disekolah, kita sering mendengar bahwa guru sering memberikan ulangan harian,
ujian akhir semester, tes tertulis, tes lisan, dan sebagainya.
istilah-istilah ini pada dasarnya merupakan bagian dari sistem evaluasi
itu sendiri.
2. Pembelajaran
Kata dasar pembelajaran adalah belajar. (Arifin.2012:10).
Secara sederhana, istilah pembelajaran (instruction) bermakna
sebagai upaya untuk membelajarkan seseorang atau kelompok orang melalui
berbagai upaya (effort) dan berbagai strategi, metode, dan
pendekatan ke arah pencapaian tujuan yang telah direncanakan. Pembelajaran dapat
pula dipandang sebagai kegiatan guru secara terprogram dalam desain
intruksional untuk membuat siswa belajar secara aktif yang menekankan pada
penyediaan sumber belajar. Dengan demikian, pembelajaran pada dasarnya
merupakan kegiatan terencana yang mengondisikan/merangsang seseorang agar bisa
belajar dengan baik agar sesuai dengan tujuan pembelajaran. (Majid. 2012:109).
Maka evaluasi pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan
yang sistematis, berkelanjutan,dan menyeluruh dalam rangka pengendalian, penjaminan,
dan penetapan kualitas (nilai dan arti ) pembelajaran terhadap berbagai
komponen pembelajaran, berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu, sebagai
bentuk pertanggung jawaban guru dalam melaksanakan pembelajaran. (Arifin. 2012:
9). Atau dengan kata lain evaluasi pembelajaan merupakan sebuah kegiatan
mereka ulang untuk mengetahui hal-hal penting baik yang berupa kelebihan maupun
kekurangan yang terjadi pada kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung
dengan harapan agar dapat melakukan yang terbaik pada saat kegiatan
pembelajaran yang akan dilaksanakan nantinya. Bagi seorang tenaga pendidik yang
memiliki wewenang untuk memotori kegiatan pembelajaran maka evaluasi
pembelajaran ini sangat penting untuk mereka perhatikan. Evaluasi pembelajaran
ini memiliki berbagai fungsi utama yang diantaranya:
1. Evaluasi pembelajaran
sangat baik digunakan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan yang terdapat pada
saat pembelajaran yang telah berlangsung. Dengan mengetahui kekurangan
pembelajaran yang terdahulu maka seorang tenaga pendidik akan dapat melakukan
perbaikan pada pembelajaran yang selanjutnya.
2. Lalu selain kekurangan
tenaga pendidik juga akan menemukan kelebihan yang dengannya dapat diupayakan
untuk dipertahankan atau ditingkatkan pada pembelajaran yang selanjutnya.
3. Sebagai dasar
perencanaan kegiatan pembelajaran yang akan datang. Seorang tenaga pendidik
dapat menjadikan hasil evaluasi pembelajaran tersebut sebagai dasar penentuan
target yang hendak dicapai pada pembelajaran yang akan dilaksanakan nantinya.
(http://seputarpendidikan003.blogspot.com/2014/02/pengertian-evaluasi-pembelajaran.html)
B. Menejemen pembelajaran
Secara Etimologis, Manajemen adalah kosa kata yang
berasal dari bahasa Perancis kuno, yaitu menegement yang
berarti seni melaksanakan dan mengatur. Secara umum manajemen juga
dipandang sebagai sebuah disiplin ilmu yang mengajarkan tentang proses untuk
memperoleh tujuan organisasi melalui upaya bersama dengan sejumlah orang atau
sumber milik organisasi.
Ditinjau dari segi fungsinya, manajemen memiliki 4 fungsi
dasar manajemen yang menggambarkan proses manajemen, semuanya terangkum sebagai
berikut:
1) Perencanaan
Perencanaan melibatkan urusan memilih tugas yang harus di lakukan untuk
mempertahankan tujuan organisasi, menjelaskan bagaimana tugas harus
dilaksanakan, dan memberi indikasi kapan harus dikerjakan.
Aktivitas perencanaan memfokuskan pada mempertahankan tujuan. Para manajer
menegaskan secara jelas apa yang organisasi harus lakukan agar berhasil.
Perencanaan fokus terhadap kesuksesan dari organisasi dalam jangka waktu pendek
dan juga jangan panjang.
2) Pengorganisasian
Pengorganisasian yakni memberi tugas sebagai hasil dari tahapan perencanaan,
tugas tersebut di berikan kepada beragam individu atau grup didalam organisasi.
Mengorganisir adalah untuk menciptakan mekanisme untuk menjalankan rencana.
3) Pengaruh
Pengaruh merupakan sebuah motivasi, kepemimpinan atau arah. Pengaruh dapat di
definisikan sebagai bimbingan dari aktivitas dari anggota organisasi dalam arah
yang dapat membantu organisasi lebih terarah untuk mencapai hasil atau target.
4) Pengendalian
Pengendalian merupakan sejumlah peranan yang dimainkan oleh para manajer.
Adapun Menejemen pembelajaran dapat diartikan sebagai
usaha kearah pencapaian tujuan-tujuan melalui aktifitas-aktifitas orang lain
atau membuat sesuatu dikerjakan oleh orang-orang lain berupa peningkatan minat,
perhatian, kesenangan, dan latar belakang siswa (orang yang belajar), dengan
memperluaas cakupan aktifitas (tidak terlalu di batasi), serta mengarah kepada
pengembangan gaya hidup di masa mendatang. Beberapa bagian terpenting dari
menejemen pembelajaran antara lain :
1) Penciptaan lingkungan
belajar
2) Mengajar dan
melatihkan harapan pada siswa
3) Meningkatakan
aktivitas belajar
4) Meningkatkan disiplin
siswa
C. Sistem evaluasi
Sistem Evaluasi adalah suatu sistem penilaian yang dilakukan
untuk mengetahui pengetahuan dan kecakapan mahasiswa dalam menerima, memahami
dan menalar bahan study yang diberikan sesuai dengan kurikulum dan silabus yang
telah ditetapkan serta untuk mengetahui perubahan sikap dan keterampilan
mahasiswa. Sistem evaluasi dilakukan dengan cara mendapatkan informasi tentang
mahasiswa yang telah menyelesaikan suatu jenjang program study melalui
penyelenggaraan ujian, pemberian tugas penelitian, pengabdian kepada
masyarakat, penulisan laporan dan penulisan tugas akhir
Komentar
Posting Komentar